Chapter 11: Day 3 : I like you? or just ... (part 2)

Array
(
[text] =>

Oke ini bonus karena hari ini hari terakhir di tahun 2014, let’s read! Tapi part ini tidak banyak karena hanya sedikit bonus untuk menghabiskan part DAY 3.

ARGA POV’S

Aku menarik nafas ku dengan berat, dan membenarkan posisi bersandar ku, aku melihat kearah bagas yang sekarang membelakangi ku, tapi dari sini aku tahu dia sedang menahan malunya karena telinga nya memerah, dan pundak nya sedikit bergetar saat ia menarik nafas nya, karena oxygen nya sudah ku habiskan saat berciuman tadi.

“ehem..” aku berdehem membuat nya sedikit tersentak dan membalikan badan nya ke arah ku, aku menyunggingkan sudut bibir ku, ku lihat bagas menahan matanya agar tidak menatap manik mataku. “tadi itu manis, ya kan?” aku sedikit terkekeh disela ucapan ku mencoba menggodanya.

Bagas menatap ku kesal dan sedikit geram, “kurasa kamu tidak bisa main-main!” ia sedikit membentak ku dan berdiri, aku menyibakkan selimut ku dan menahan bagas agar tangan nya tidak sempat membuka knop pintu kamar, ia berbalik tersentak. “aku akan pergi!” ia berbicara tepat didepan wajah ku, aku terkekeh dan mengambil alih knop pintu dan memutar kuncinya, hingga pintu itu tidak akan terbuka tanpa kuncinya, wajah bagas mulai pucat, “eh? Kurasa kamu sedang sakit, iya ayo sebaiknya tidur.” Ia menarik tangan ku, dan menggiring ku ke ranjang ku, aku tersenyum dan diam saja menunggu apa yang akan bagas lakukan selanjutnya.

Bagas mendorong ku ke ranjang ku hingga aku terbaring, dan ia mengambil selimut ku yang sudah tersibak jatuh. Menyelimuti tubuh ku, dan berjalan seperti mencari sesuatu. “apa yang kamu cari?” Tanya ku melihat kebingungan dari gerak-geriknya.

“remote ac kurasa..” jawabnya, bagas membuka beberapa laci pada meja ku, “remote nya di laci nakas.” Jawab ku tanpa menghentikan pandangan nya, ia tergesa dengan cepat berjalan kembali kea rah ku dan membuka laci nakas disamping ranjang ku. Dan mengatur suhu ruangan ku menjadi lebih hangat.

Bagas nampak berpikir sebentar dan menjauh menuju kamar mandi ku, aku masih memperhatikan gerak gerik nya, ia kini keluar kamar mandi ku dengan membawa handuk kecil yang nampak nya basah, dan telah di peras. Bagas mendekati ku, dan meletakkan handuk kecil itu di atas kepala ku, rasanya dingin membuat kepalaku sedikit rileks.

“saat wajah mu menyentuh ku tadi suhu badan mu panas..” bagas menatap ku.

Aku berbalik memunggungi bagas yang kini duduk dipinggir ranjang ku, ‘dia pasti mengira aku mencium nya karena efek sakit.’ Hati ku berbisik, aku mendecak sedikit kesal, tapi setelah itu aku memejamkan mataku karena mataku mulai berat.

------------------------**--------------------------

BAGAS POV’S

Aku melihat perubahan wajah yang dibuat arga saat aku berkata tadi, dan kini ia memunggungi ku. Aku mendengar sedikit decakan dari mulut arga, aku menatap punggung nya cukup lama hingga tidak terdapat pergerakan dari arga.

“aku tahu kamu sedang sakit jadi kamu melakukan hal yang kurang waras..” gumam ku dengan pelan.

Aku tersenyum dan mendekat kan wajah ku ke telinga nya, “tapi .. kamu tahu? Yang ku katakana sebelumnya adalah benar.” Bisik ku dan segera menjauhkan wajah ku dari telinga arga, aku berjalan menjauhi nya dan mencari tempat yang cocok untuk ku duduk, mata ku mendapatkan objek yang membuat ku sedikit senang, sebuah sofa yang cukup besar dan di depan nya diletakkan tv lcd besar, yang berada tak jauh dari ranjang arga.

Aku segera menduduki sofa itu dan menyandarkan kepala ku, mungkin aku juga akan tertidur sekarang.

------------------------**--------------------------

Arga membalikkan kepalanya dan melihat tidak ada siapa-siapa disamping nya matanya menerawang mencari sosok bagas yang tadi disampingnya dan baru saja membisikkan kata-kata yang dapat membuat arga memanas, dan bergidik. Arga menemukan sembulan rambut halus dari belakang sofa nya nya, ia tersenyum lega karena tahu bagas masih bersama nya. “melindungi ku, hah? Tch! Apa yang bisa kamu lakukan untuk melindungi ku?” gumam arga, membetulkan posisi duduknya dan memegang dahinya yang kini terdapat handuk yang sudah kering, mungkin memang suhu badan nya panas saat ini, tapi ia mencium bagas tadi secara sadar, kini arga sedikit menyadari kenapa ia melakukan hal tak masuk akal tadi.

‘aku mulai memikirkan, dan menyukainya.’ Benak arga berkata  demikian, tapi arga bersikeras mencoba untuk tidak termakan simpati yang selalu diberikan bagas padanya, ‘ia berbuat baik karena kasihan padaku, bukan perhatian! Ini berbeda!’ bagas meyakinkan hatinya agar tidak tertipu oleh kebaikan dan kehangatan yang diberikan bagas padanya.

Malam sudah menunjukkan dirinya dan terus bergerak cepat mengumpulkan keberanian nya untuk menguasai hari, menyelimuti hati para pemuda itu dengan kebingungan dalam tidur nya dan membuat mereka bermimpi indah malam ini, bulan menerpa dengan sinar yang dipancarkan nya dan bintang-bintang kecil mengitarinya mengelilingi nya bagaikan membentuk sebuah rotasi yang indah saat dipandang mata.

-------------------------**-------------------------------------

Keep support, w/ u vote + comment guys~~!

UNKNOWN

[text_hash] => 08d252c3
)

Comments

What do you think?

0 reactions
Upvote
Funny
Love
Surprised
Angry
Sad


  • No comments yet.

Login





Loading...