Chapter 16: You receive my heart feelings?

Array
(
[text] =>

Arga menempati rumah rehan sekarang, bersantai di kamar rehan sedang rehan membuat minuman untuk mereka berdua. Rehan membawa nampan yang berisi 2 gelas jus dan beberapa bungkus snack untuk di sajikan di kamar nya.

“Jadi ada apa sebenarnya?” rehan duduk di samping arga menyerahkan jus jambu pada nya, dan mulai bertanya. Arga mengambil minuman nya dan menyeruput nya dengan cepat, menghela nafas panjang dan berbalik menatap rehan yang berada disamping nya.

“Ayah ku sudah kelewatan..” Arga mengangkat bahunya dan kembali meminum minuman nya. “Lalu? Hmm apa setelah ini?” Tanya Rehan melihat arga dari sudut matanya.

“Biarkan aku tinggal di rumah mu dulu, untuk sementara” arga menggigit bibirnya, mengecilkan suara nya, ia malu karena sekarang ia seperti terpojok dengan posisinya.

“Baiklah, terserah saja.” Rehan mengangguk, sembari menyodorkan snack yang sudah ia buka sejak tadi ke arah arga.

Arga tersenyum, mengedarkan pandangan nya ke seisi kamar rehan, ia merasa lega.

---------------------------**------------------------

Radit berjalan lurus menuju café untuk membeli kopi dan sedikit cemilan untuk mengganjal perutnya, hari ini radit sama sekali tidak melihat dimana rehan apalagi arga berada. Radit baru saja pulang dari kampus karena ia mendapat jadwal siang, radit memasuki café dan mulai memesan satu cup caramel macchiato juga 2 potong cheese cake, radit mengambil kursi di luar untuk melihat pemandangan luar.

Bagas berjalan ke dapur untuk membuat pasta, tapi persediaan pasta nya sudah habis jadi bagas terpaksa keluar untuk membeli beberapa butir telur dan pasta serta daging untuk seminggu, bagas berjalan keluar apartment nya, kali ini ia berjalan kaki karena merasa tubuh nya sudah pulih, bagas berjalan menyusuri pinggiran trotoar hingga ia berhenti di sebuah café dan mendapati radit yang kini tengah mencicipi sepotong cheese cake nya, bagas berjalan menuju café itu. Mungkin sedikit cemilan sebelum berbelanja akan bagus, bagas berjalan masuk melewati radit yang membelakangi nya, setelah vanilla latte, sandwich juga chocolate cake nya selesai bagas membawa nya keluar bermaksud untuk duduk di sebelah radit, bagas menaruh nampan nya di atas meja dan duduk besebrangan dengan radit.

Radit menengadah untuk melihat siapa yang tengah duduk di sebrang nya, bagas hanya tersenyum sembari meneguk kopi nya, “Apa aku mengganggu?” Tanya bagas pada radit yang kini hanya diam menatap nya, radit menggeleng dan memaksakan senyum nya ke arah bagas.

Mereka berdua duduk dengan canggung, hingga bagas memulai perbincangan.

“Kenapa tidak bersama arga dan rehan?” Tanya bagas, radit sedikit kaget dengan pertanyaan bagas yang seakan-akan mereka akrab sebelumnya, “aku hanya bertanya” bagas menyambung pernyataan nya setelah melihat raut muka radit.

“Entahlah, aku mendapat jadwal siang jadi tidak bertemu mereka.” Radit mengangkat bahunya, dan menyeruput kopi nya, hingga gelas kopi itu kosong.

“Ada apa?” radit bertanya kembali, kini ia benar-benar mengarahkan dirinya kepada bagas. Bagas menatap bingung, “apa?” dahi nya sedikit berkerut tak mengerti.

Radit menyunggingkan salah satu sudut bibirnya, “Ada apa menanyakan mereka?” radit sedikit menjelaskan suaranya dengan tegas. Bagas menggeleng perlahan, radit kembali pada posisi sebelumnya, ia melihat cake nya dan menyendokkan nya ke mulutnya, menghiraukan bagas kembali.

Bagas hampir menghabiskan kopinya, ia sedikit tersedak entahlah padahal tadi ia minum dengan santai, ia memutuskan berdiri dan pergi untuk berbelanja mengingat hari sudah sore dan langit mendung, mungkin jika tidak bergegas akan turun hujan. Bagas menjauh dari café itu menoleh ke arah radit yang sedang sibuk dengan ponselnya, bagas mendengus dan bergegas menyebrang untuk ke minimarket.

Sesampainya di minimarket bagas mengambil troli untuk menaruh kebutuhan yang akan dibelinya, ia berjalan mendekati makanan beku memilih beberapa bungkus sosis dan daging burger serta tuna, tak lupa membeli roti, mentega, juga beberapa bungkus mi instan untuk pasokan beberapa waktu selama sepekan atau lebih.

Selesai berbelanja bagas segera pulang ke apartment nya, baru sampai di depan pintu ponsel nya bordering tanda panggilan masuk, ia tak sempat mengecek nama penelpon karena ia sibuk membuka pintu dan memegang belanjaan nya, ia meletakan ponselnya di sela-sela telinga nya sembari menjepitnya dengan bahu lengan agar tak jatuh.

“Iya, halo?” bagas menaruh barang-barang nya ke dapur.

“Bagaimana kabarmu?”

Bagas tertegun mendengar suara itu, “Aku b-baik..”

“Maaf, aku tidak bisa menjaga mu saat itu” Suara itu terdengar parau dan sedih.

“Tidak apa, santai saja” Bagas menjawab datar, meneguk ludah nya berusaha tak terjatuh lagi untuk merasakan sakit, dia sadar sepenuh nya posisinya di mata arga tidak berarti apa-apa.

Suara itu kemudian diam lama hingga terdengar bunyi pertanda dari ruang depan menandakan ada tamu yang datang. Bagas bergegas sambil menggenggam ponselnya ia membuka kode pintu, dan pintu terbuka, tapi tidak ada seorang pun di sana, bagas menengok ke samping kiri- kanan tapi tak ada apa-apa, saat ia mencoba berbalik dan menutup pintu.

“Bagas?” bagas mendekatkan kembali telpon nya ke telinga nya, dan beep telpon di putus begitu saja oleh arga.

“Aku merindukan mu…” suara itu terdengar nyata, bagas menunduk lemah. Mungkin dalam pikiran nya saja ia mendengar suara itu, ia sudah akan masuk dan menutup pintu nya saat sepasang tangan kekar memeluk nya membuat bagas mengangkat kepalanya tersentak, ia menyentuh tangan yang kini mendekap nya dari belakang itu dan berbalik menatap arga yang kini tepat di belakang nya, sangat dekat dengan nya.

Bagas terperangah, mata nya tak berkedip menatap ke depan nya, arga mengangkat tangan nya perlahan dan menampak kan ponsel di genggaman nya seakan tengah menelpon, dan berkata “Aku benar-benar merindukan mu..”

Bagas tersenyum, air matanya menetes dengan sendirinya.

Mungkin ini yang disebut dengan terharu saat dirimu merasa tak berarti dan mendapat penolakan kini pernyataan yang sangat ingin di dengar disebutkan di depan mu, dan tanpa ragu-ragu membuat perasaan mu yang mungkin sakit semulanya menjadi terobati.

Arga menahan tawa nya melihat bagas yang kini terlihat konyol dimatanya, “Pria pintar tidak akan seperti ini kan? Hfftt.” Bagas segera menyeka bekas air mata yang menetes di wajahnya dan meninggalkan rona merah di kedua pipinya, ia sangat malu dengan sindiran itu.

Tiba-tiba arga menyentuh dan mengusap pelan ujung jidat atau kepala bagas, “Sudah baikan, tapi seharusnya kamu banyak istirahat.”

“Kenapa tiba-tiba kesini?” bagas berjalan ke dapur nya, arga mengiringi nya di belakang, mengeluarkan belanjaan nya dan menaruh nya ke dalam lemari penyimpanan juga freezer. “Menemui mu dan minta maaf” arga ikut membantu membenahi belanjaan,

“Tidak perlu minta maaf, kamu tidak melakukan kesalahan” bagas menjawab tanpa mengalihkan pandangan nya dari freezer.

“Aku melukaimu.” Arga mengulurkan tangan nya, menggapai tangan bagas untuk menggenggam nya. Merambatkan hangat badan nya dengan sentuhan lembut di ujung jari-jari tangan bagas.

ARGA POV’S

Aku meminta ijin untuk pergi keluar dengan rehan, aku sudah cukup senang karena rehan mau menampung ku sekarang jadi aku memutuskan untuk menemui bagas, karena aku meninggalkan nya saat itu, aku harus tahu apakah dia baik-baik saja atau kondisinya lebih buruk.

Aku menaiki taxi dan menuju apartment bagas, aku tahu aku melukai nya. Aku ingin meminta maaf dengan nya, aku tidak tahu apa aku menerima nya di hatiku tapi saat ini aku sangat menyesal karena melukai nya, aku mungkin menyukai nya tapi cinta? Apa aku bisa jatuh cinta pada nya?

Karena Selama ini semua yang ku lakukan tidak pernah serius, aku selalu memainkan peran ku dengan baik saat di luar pengawasan, tapi saat aku berada dalam wilayah ayah ku, maka itu cerita lain, aku akan menjadi seorang pemain yang pengecut.

Tapi kali ini berbeda, aku di luar pengawasan jadi aku tidak mungkin serius, karena aku akan senang saat aku bermain-main dan memainkan peran ku sebagai pria popular, tampan, nakal, dan tidak lemah, karena jika diluar pengawasan semua nya harus terlihat sempurna seperti film yang di putar di bioskop, tidak ada cacat sedikit pun, dan lagi ini mengenai hati tentu saja aku tidak akan sembarangan membuka hati ku, apalagi pria itu bagas dia sangat biasa dan uhh.. entah lah aku tidak tahu banyak tapi saat pertama aku melihat nya, dia hanya pria normal biasa polos dan pintar, itu jauh dari kategori yang ku mainkan.

Oh shit! Apa yang ku pikirkan? Aku akan melukai nya lagi? TIDAKK!!

Aku menggeleng keras mendengar suara unpatan ku yang lain dalam hati ku, kenapa? Hati ku tidak terima dengan pemikiran ku, rasanya aneh sekali.

Aku berada di apartment nya sekarang dan kini di dapur setelah tadi aku mengerjainya di telpon dan meminta maaf padanya, aku tidak tahu semua seakan tak sesuai dengan pemikiran ku saat di taxi tadi, aku begitu merasa nyaman saat bersama nya dan selalu ingin mendekat padanya juga membuatnya tersenyum, senyuman yang membuat pikiran ku berubah dalam sekejap, luluh pada senyuman itu.

Aku senang, hati ku jumpalitan saat merasa bagas mulai menerima ku seperti biasanya sebelum hal buruk itu terjadi, aku dan dia kini duduk di sofa menonton acara yang ia gemari di temani pasta juga pizza mini serta air dingin segar.

Mungkin akan menyenangkan jika aku menemani nya setiap hari seperti ini, tapi kenapa aku lakukan ini? Aku hanya suka dan tertarik padanya, tapi ini berlebihan aku merasa aliran lain dalam diriku membuat darah ku berjalan dengan kecepatan yang berbeda, degupan jantung yang bertambah kencang saat aku dekat dan memandang nya.

”Arga, dirimu jatuh cinta padanya!”

----------------------------**------------------------

Akhirnya aku update kembali, keep stay on my work dan tunggu terus kelanjutan cerita ini.

Baca, dan berikan terus dukungan untuk cerita ku dengan vote dan comment. Vote untuk menyukai dan menjadi pembantu agar cerita terus berlanjut, Komen jika kalian ingin memberi masukan dan kritikan PEDAS juga apapun, you are free to criticize, I would greatly appreciate it!

Aku tidak bisa berjanji untuk update dengan cepat, tapi aku akan selalu update untuk kalian walaupun waktu nya tidak pasti jadi teruslah memberikan dukungan untuk cerita ku dan juga aku ingin memberi tahu, kalau semua judul dari tiap part itu adalah (BAGAS POV) siapa tahu ada yang bingung dan merasa kurang cocok sama isi, jadi sekali lagi aku tegaskan tiap judul pada part itu (BAGAS POV)

[text_hash] => 2313e559
)

Comments

What do you think?

0 reactions
Upvote
Funny
Love
Surprised
Angry
Sad


  • No comments yet.

Login





Loading...